PALANGKA RAYA – Dalam upaya terus mendorong daya saing produk lokal Kalimantan Tengah, Balai Besar POM di Palangka Raya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Mei 2026 ini, dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti oleh 19 pelaku usaha potensial.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Ali Yudhi Hartanto, SF., Apt., MM. Kepala Balai Besar POM di Palangka Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya standarisasi keamanan pangan sebagai kunci utama bagi UMK untuk menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen di era digital.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid dengan mengintegrasikan inovasi Kahayan Inpro sebagai portal pelatihan mandiri terbukti sangat efektif berdasarkan testimoni dari peserta Bayu Syahbani dari CV Bamega Nusantara, mengatakan bahwa bimtek ini sangat efektif dan sangat membantu bagi pelaku usaha pemula yang belum mengerti tatacara memperoleh ijin edar BPOM MD.
Hasil nyata dari pendampingan berkelanjutan BBPOM di Palangka Raya pun terlihat dalam momen penutupan. Terbukti, sebanyak 2 (dua) sarana produksi berhasil menerbitkan Izin Penerapan (IP) CPPOB dan 1 (satu) Nomor Izin Edar (NIE) berhasil terbit tepat di tengah pelaksanaan rangkaian kegiatan.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis sertifikat IP CPPOB kepada pelaku usaha yang telah berhasil memenuhi standar.
"Keberhasilan penerbitan IP CPPOB dan NIE di sela kegiatan ini adalah bukti bahwa dengan kemauan kuat dari pelaku usaha dan pendampingan yang tepat melalui inovasi digital, proses sertifikasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien," ujar Kepala BBPOM di Palangka Raya saat menutup acara.
Dengan berakhirnya bimtek ini, diharapkan 19 pelaku usaha peserta kegiatan dapat segera menyusul untuk meraih legalitas penuh, sehingga produk pangan olahan khas Bumi Tambun Bungai semakin berjaya di kancah nasional maupun internasional.