Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palangka Raya menghadiri undangan Seminar Nasional yang diadakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada Selasa 28 Mei 2013 bertempat di salah satu hotel di Kota Palangka Raya.
Peserta dalam seminar ini adalah dari berbagai Instansi Pemerintah dan Swasta yang ada di Kota Palangka Raya dengan tema ”Memaknai Perubahan (Change) dalam Membangun Sistem Pengendalian Intern dan Reformasi Birokrasi menuju Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik dan Bersih”.
Panitia menghadirkan tiga pembicara yaitu: Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polsoskam BPKP pusat, Dr. Acmad Sanusi M.S.P.A, CfrA., Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Tengah, Dr. Siun Jarias, SH, MH, dan Guru Besar Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ahim Rusan.
Dr. Acmad Sanusi M.S.P.A, CfrA dalam makalahnya yang berjudul Mengoptimalkan Peran APIP dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Nasional menekankan pentingnya peran pemimpin dalam mencegah tindak pidana korupsi, karena pemimpin adalah contoh. teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Ditangan pemimpin perubahan dapat dilakukan. Menurut Acmad Sanusi ada sebelas azas kepemimpinan yaitu: Taqwa yaitu beriman dan taqwa kepada Tuhan YME, Ing Ngarso Suntolodo yaitu memberi teladan yang baik, Ing madyo mangun Karso yaiti Giat menggugah semangat, Tutwuri Handayani yaitu Mempengaruhi serta memberi dorongan, Waspada Purba Wisesa yaitu mengawasi dan mampu memberi koreksi, Ambeg Parama Arta yaitu mampu menetapkan prioritas, Prasaja yaitu sederhana tidak berlebihan, Satya yaitu loyal timbal balik atasan bawahan, Gemi Nastiti yaitu mampu menentukan prioritas dan hemat, Blaka yaitu mampu dan rela bertanggung jawab atas tindakannya, Legawa yaitu rela dan ikhlas pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan pada penggantinya.
Dr. Siun Jarias, SH, MH Sekda Propinsi Kalimantan Tengah pada makalahnya menekankan jika ingin menjadi pemimpin di Kalimantan Tengah pemimpin harus memahami kondisi masyarakat terutama masyarakat pedalaman. Kultur adat dan Budaya dipropinsi Kalimantan Tengah mempunyai ciri tersendiri bila dibandingkan daerah lain.
Prof. Dr. Ahim Rusan, Guru besar Universitas Palangka Raya pada makalah nya menyampaikan data-data pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah. Pelayanan puplik yang dilakukan harus berubah kearah yang lebih baik sehingga tingkat kepuasan masyarakat meningkat.
Seminar sehari yang dihadiri oleh Kepala Seksi Pengujian Terapetik, Narkotika, Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. Zulfadli. Apt, M.Si mewakili BPOM di Palangka Raya diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta, mengingat pentingnya informasi untuk membangun sistem pengendalian intern dan reformasi birokrasi yang sedang berjalan. Akhirnya kegiatan seminar ditutup dengan pemberian cendramata oleh perwakilan BPKP kepada para narasumber.
Balai POM di Palangka Raya