PALANGKA RAYA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya mengikuti tahapan presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi (KOIN) BPOM Tahun 2026 melalui daring pada Kamis (29/10). Dalam tahapan ini, BBPOM di Palangka Raya mempresentasikan inovasi SMART LAURA (Sistem Manajemen Layanan Publik yang Akurat, Responsif, Transparan, Lengkap, Aman, dan User-Friendly) di hadapan tim panelis.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari para finalis Top Inovasi KOIN BPOM Tahun 2026, yang mewajibkan inovasi terpilih mengikuti tahapan presentasi dan wawancara sebagai bagian dari proses penilaian. Pelaksanaan secara daring melalui Zoom diikuti oleh Kepala BBPOM di Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, S.F., Apt., M.M., bersama sejumlah tim pendukung, diantaranya Wahyuri, S.Si, Apt.,M.Farm. sebagai inovator I, Vicky Agung Kresnanto, S.Farm., Apt., M.Farm. sebagai inovator II, Mufti Alifia Rahmadani, S.Farm., Apt., M.Pharm. dan Fauzan Abdullah, S.Kom
sebagai Tim IT.
Keikutsertaan SMART LAURA dalam tahapan ini menjadi kesempatan untuk memaparkan inovasi pelayanan publik yang dikembangkan BBPOM di Palangka Raya. Melalui presentasi dan wawancara bersama tim panelis, inovasi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya pengembangan layanan publik yang mengedepankan kemudahan akses, transparansi, keamanan, serta responsivitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Partisipasi dalam KOIN BPOM Tahun 2026 ini juga menjadi bagian dari upaya BBPOM di Palangka Raya untuk terus mendorong pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan komitmen dalam menghadirkan layanan yang adaptif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
SMART LAURA, jangkau layanan BPOM, tanpa batas.